Bude
kasih merebahkan tubuh lelahnya sambil
mengengam sebatang sapu dan selembar kain lap yang masih tergantung di saku
celananya kedua benda itu tampak tak
asing lagi dia bawa ke mana-mana dia pergi. Dia terlihat seperti menghela nafas panjang sambil memandangi keadaan sekitar . seperti
masih terlihat jelas aura kecantikan dari seorang ibu yang sekarang telah
berumur 45 tahun. Di umur yg tidak muda
lagi dia masih aktif dalam melakukan kegiatan yang tak seharusnya orang tua
lakukan pada umumnya. Dia bekerja di salah satu universitas di riau yaitu
universitas lancang kunig sebagai tenaga kebersihan di fakultas ilmu pendidikan atau disebut
FkIP.
Suatu ketika ada seorang mahasiswa yang diam2
setiap hari memperhatikan kegiatan bude kasih. dia terlihat seperti sedang
memikirkan sesuatu dan kadang kala dia
seperti habis mendapatkan semngat baru dalam hidupnya. Pemuda itu adalah
seorang mahasiswa jurusan bahasa inggris yang bernama tony. Dia perlahan-lahan
mendekati bude kasih dan menghampirinya.
“siang buk. Bukde sudah makan. ?” tanya tony dengan yang lembut.
Kemudian bukde kasih terbangun dari istirahatnya dan berbalik arah menghadap
tony dengan merapikan pakayanya yang kusut. Lalu :
“ iya nak tony. Alhmdulilah ibuk sudah makan. Nak tony sendiri bagaimana.?”
“alhmduliah sudah buk. Tony mau temani ibuk disini boleh. ?” bukde kasih
langsung tertegun.
“lho, emng nak tony gak ada kelas
hari ini.?”
“ada sih buk cuman nanti jam 3 tony masuknya bu sekarang lagi gak ad kelas
hehehe”
lalu tony beralih tempat duduknya dan “ buk tony boleh tanya kan bu tentang
ibu. ?”
lalu bukde kasih menjawa “ooh boleh nak, ibu dengan senang hati menjawab”
sambil senyum kearah tony. “ gini buk, ibu gak capek kerja dari pagi sampe sore
terus besok pagi lagi. Kenapa ibu gak diam dirumah aja kan anak-anak ibu masih
sanggup buat membiayain ibu kenapa ibu harus kerja
seperti ini. ?”
lalu bude kasih terseyum kearah tony seperti dia bersemngat menjawab
pertanyaan tony.
“nak tony , ibu bukan tidak ada uang buat biayain kebutuhan ibu sehari-hari
. tapi selagi ibu bisa lakukan sesuatu
yg berguna untuk orang lain ibu akan lakukan termasuk tidak merepotkan
anak-anak ibu untuk membiayai kebutuhan ibu sehari-hari”
mendengar jawaban dari bukde kasih tony makin penasaran dan tambah semangat
mengobrol dengan bukde kasih. Lalu tony bertanya semakin dalam
“ tapi kenapa ibu mau memilih bekerja sebagai petugas kebersihan bu, di
banding dengan pekerjaan yang lainya “ lalu bukde kasih menjawab dengan tertawa
“ hahahha..! memang kenapa nak tony bekerja seperti ini kan bagus dan halal
kalian pun akan senangkan kalau lingkunganya bersih. ya walaupun gajinya gak
seberapa tapi ibu merasa senang melakukan semua ini “
“oo begitu ya bu” dengan nada pelan.
Dengan jawaban yang yg diberikan oleh bukde kasih tony menjadi termenung
sebab dia selama ini mengira telah membuang-buang waktu yang telah dia lewati
dengan hanya beridam diri tidur, makan, kuliah beberapa jam, dan main game
online.
Sedangkan bukde kasih walaupun sudah tua tapi dia masih aktif dalam
melakukan kegiatan yang menguntungkan
dirinya dengan tidak membuang masa tuanya hanya duduk dikursi.
Selang beberapa saat datanglah teman satu kelas tony yang bernama ade
dengan mengendarai sepeda motor berjalan ke arah tony.
“ Lho.. ton kok kamu belum balik lagi nunggu seseorang ya..?” dengan nada bercanda “gak kok de, emng mau
nunggu siapa pacar pun gak ada hahahaha” jawab tony yang mengerti maksud
pertanyaan ade.
“ Trus nunggu siapa lagi kalau bukan
pacar.?”
“ini lagi ngobrol sama bukde nih cerita-cerita biasa de mau berbagi
pengalaman dengan bukde”
Mendengar perkataan tony ade langsung melihat bukde dan senyum menyapa bukde yang terlihat
merapikan peralatan kerjany. Lalu :
“ ooo iya nak tony sama nak ade bukde duluan balik ya udah mau masuk solat
zhuhur nak kalin jangan lupa solat
juga ya.”
Mereka pun menjawab dan menyalami
bukde kasih satu persatu.
Setelah bukde pulang kerumahnya mereka pun lanjut mengobrol berdua.
“ton kamu ada kegiatan gak sore ini kita main game AoV nanti sore mau gak.
biar online bareng kita nanti kan lebih
seru. “ tony pun diam sejenak. Lalu,
“kayaknya aku nanti sore gak bisa lah de, soalnya banyak tugas yang harus
aku kerjain nih kapan-kapan aja kita main ya.”
Mendengar jawab tony ade pun langsung terlihat heran.
“ ooo tidak apa-apa ton, tumben nih rajin bikin tugas sekarang biasa main
game trus hahahaha “ ade menjawab dengan bercanda.
“yah gitu lah de dari pada numpuk tugasnya capek mau ngerjainya. Apalagi
dosen sekarang ni pada killer semua tugasnya gak ada yang mudah hahahaha.”
Jawab tony.
Sebenarnya dalam hati tony masih memikirkan perkataan bukde kasih yang baru
saja dia tanyakan
Sebab dia tidak mau lagi membuang-buang waktunya untuk hal-hal
yang tidak berguna bagi dirinya.
Selepas mereka mengobrol beberapa saat merekeka kembali kerumah
masing-masing.
Dan sesampinya dirumah, tony masih berkata dalam hatinya.
“aahh masa aku kek gini trus sih. Cuma diam diri aja dirumah tanpa
melakukan apa-apa sedangkan ibu-ibu yang sudah tua bisa memberikan manfaat bagi
orang lain masa aku pandainya Cuma makan, tidur , main. Pokoknya aku harus bisa
tunjukin aku ke orang-orang kalau aku mempunyai potensi”
Tony berkata seperti itu terus dalam hatinya dia terlihat seperti sedang
merencakan sesuatu. Dan tak selang beberapa lama tony pun mempunyai ide untuk
ngembangin bakat dalam dirinya yaitu dengan melalui hobinya bermain musik.
Akhirnya tony membentuk komunitas
kecil yang untuk mengembangkan potensinya bersama kawan-kawanya . dan berlatih
sungguh-sungguh menciptakan suatu karya musik yang sangat indah. Dan hari-hari
dia lewati selain kuliah dia juga sang seniman. Dan itu tidak sia-sia bagi
dirinya. dia bnyak dicari oleh orang-orang untuk mengisi sebuah acara dan itu
menjadi ladang penghasilan buat tony.
Sekian terima kasih